Sedikit Curahan Hati

Sudah lama aku tidak menulis di blog ini. Yah, mungkin karena dulu tujuan blog ini ada karena tugas kuliah. Tapi lama-lama aku merasa kalau aku memang butuh sebuah tempat dimana aku bisa mencurahkan isi pikiran ataupun isi hati, tapi bukan sebuah buku diary, karena aku memang tidak terbiasa menulis di diary. Ah sudah lah cukup basa-basinya, aku rasanya ingin langsung menulis inti curahan hati ini.

Aku sering berpikir sendiri, atau mungkin lebih tepatnya merenung, apa sebenarnya aku pantas berada dalam sebuah hubungan, lagi? Melihat dari track record hubunganku yang bisa dibilang kebanyakan berakhir dengan buruk dan singkat, aku rasa semua kesalahan berada padaku. Anger management, individualist, dan mood swing yang sangat cepat seperti perempuan saat ‘datang bulan’. 3 hal itu baru awalnya saja, karena jika ditarik lagi ke belakang, alasan hubunganku hanya berjalan singkat karena perilaku diriku sendiri yang menyebabkan itu semua kandas. Damn, aku merasa seperti orang paling jahat di dunia ini. And then I met this woman, Chima, as she used to called, aku merasa seperti ada perubahan dari diriku sendiri (ya bukan berarti aku tidak berubah juga menjadi lebih baik di hubungan yang dulu-dulu), tapi dengan dia aku seperti memiliki dorongan tersendiri untuk berubah. Bisa dibilang rasanya itu seperti merasa bertemu jodoh saja, gitu.

Tapi belakangan ini aku seperti mengalami masa-masa depresi, entah diakibatkan perilaku burukku di perkuliahan, atau aku saja yang terlalu gampang over-thinking. Dan itu juga mengakibatkan hubunganku terancam. She want to break-up from this relationship, and I had a big crisis on myself while I’m facing this problem. Oh, what a life. You know how hard it is to know that your relationship is on the edge because you are the one who made that happened? Itu rasanya sakit, banget. Tapi yang bisa kulakukan ya cuma bertindak, tidak bisa mengeluh atau semacamnya, karena tidak membawa hasil baik apapun. Dan sekarang, sepertinya terancam lagi, bahkan mungkin akan berdampak sangat buruk. Karena mungkin memang aku bukan laki-laki baik yang diharapkan olehnya.

It’s hard to being a good man, when you know the only reason (for now) for you to change is starting to disappear. And it’s happening, fast.

Semoga Tuhan masih memiliki rencana yang baik untukku, karena rasanya aku hanya bisa pasrah pada-Nya.

Mungkin hanya ini yang bisa kutulis untuk saat ini, karena aku sendiri masih punya hal lain untuk dikhawatirkan. Dan prioritasnya pun sama, jadi lebih baik aku mengedepankan hal ini dulu saja. Lain kali aku akan menulis lagi di sini, menulis apapun.

Semoga masih ada hal baik lagi di depan yang terjadi untukku, semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s