Heartbreak and Hope. 

Kamu tahu rasanya di saat sedang cinta-cintanya terhadap seseorang dan kemudian dijatuhkan begitu saja oleh orang yang kamu cintai? Terlalu sakit. Saking sakitnya, kamu bahkan sampai lupa rasa sakit lain. Seperti itu lah patah hati. Or so we called: heartbreak. 

Heartbreak is killing. FYI, there is a specific animal that would die because of heartbreak when their partner died. Mungkin manusia tidak sampai segitunya, tapi patah hati bisa mengubah hidup orang itu 180 derajat. Aku pernah mendengar/membaca/mengetahui tentang seseorang yang hidupnya berubah drastis karena patah hati. Dari yang orangnya periang menjadi seperti mayat hidup (in this case, I’m in a process of turning into one). 

Ah, cukup basa-basinya, langsung ke intinya saja. 

You know, we have going through many heartbreaks. Please, I don’t wanna suffer any heartbreaks again. I’m afraid that it will change me into a completely different person. Aku pernah berjanji, bahkan mungkin nazar, “jika aku masuk ke dalam sebuah hubungan lagi, tolong, Ya Tuhan, untuk membuat ini menjadi yang terakhir. Aku akan menperjuangkan dia seperti dia satu-satunya wanita yang aku cinta. Aku mungkin akan melakukan banyak kesalahan, tapi tolong Tuhan, ingatkan aku untuk terus melakukan yang terbaik untuk dia agar dia tidak kecewa padaku. Aku sudah mengecewakan banyak hati. Aku tidak mau terjadi lagi. Aku mohon ya Tuhan.”

Aku belum pernah seumur hidup bernazar seperti itu. Sounds cheesy, I know. And yes, it sounds like I copied it from a dialogue in movie or books. Tapi tolong ketahuilah bahwa segala perbedaan yang kita punya, tidak pernah menyurutkan semangatku untuk memperjuangkanmu. I may be younger, I may not be as mature as you, and I may not be  good looking like a man you dreamed of. But I have all the love that Allah gives me to you. 

Ya, mungkin kalian yang membaca menganggap seorang anak berusia 20 tahun berbicara terlalu besar. Aku sadar kalau realita sering menampar harapan, sangat keras. Aku sadar akan hal itu. Tapi tidak ada salahnya berharap kepada Tuhan, karena Dia sesungguhnya yang lebih mengetahui. Dan aku juga akan terus berjuang, memperjuangkanmu, masa depanku, dan jika Tuhan berkehendak, masa depan kita. Mungkin aku tidak bisa berharap banyak, tapi setidaknya aku masih berjuang, dan berharap. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s