Priok 2010

Well, it’s been a while since I wrote something in this blog. Sekarang mungkin sudah waktunya menulis lagi, karena kondisi hati dan pikiran sudah lebih membaik hehe.

Dan sekarang aku akan menulis sesuatu, yaitu puisi yang ditulis oleh kakakku beberapa tahun lalu (jadinya bukan aku yang menulis, sih) saat peristiwa Priok Berdarah tahun 2010. Semua orang yang menonton berita pada saat itu pasti mengerti apa itu peristiwa Priok Berdarah. Peristiwa di mana kemanusiaan seperti menghilang dari muka bumi, peristiwa di mana nyawa manusia seperti tak ada nilainya sedikitpun, peristiwa di mana akal sehat hilang entah ke mana, peristiwa di mana setan memuji manusia karena lebih “setan” daripada setan itu sendiri. Dan itu adalah peristiwa di mana aku, kakak-kakakku hampir kehilangan seorang bapak. Yah, daripada aku bercerita lebih panjang lagi, langsung saja ya aku tuliskan kembali puisi karya kakakku, Muhammad Iqbal Gentur Bismono.

Priok 2010
dan kami pun terdampar pada titik nadir kami.
dalam jurang kebodohan tak berdasar,
kegelapan atas kefanatikan yang pekat,
dan keburaman cermin hati yang senantiasa berkabut.

kami adalah pembunuh itu,
kami adalah pemerkosa itu,
kami adalah pembohong itu,
kami adalah para pemuja berhala itu,
kami adalah segala keburukan dan kekejian hati kami,
kami adalah setan yang kami kutuk sendiri

seperti bernafas dalam kegilaan yang menyesakkan,
terus menggila dalam pusaran kebencian,
terus memburu nafsu dan keinginan kami,
terus bernafsu dalam keserakahan,

dan menyakiti manusia lain.
dan menyakiti orang tua kami sendiri.
dan menyakiti anak istri kami sendiri.
dan menyakiti diri kami sendiri.

tapi kami tak bisa berhenti.
karena kami adalah

kamu